Yuk Manfaatkan Zona Waktu Kita

Apakah kamu merupakan salah satu orang yang percaya dengan adanya zona waktu? Eitss, yang aku maksud bukan zona waktu GMT atau Wib dan sebagainya ya. Percaya enggak sih kalau setiap kita itu punya zona waktunya sendiri-sendiri. Maksudku kita lihat mungkin di seumuran kita yang sekarang ini sudah banyak yang jalan-jalan kesana-kemari, penghasilannya bagus, atau bahkan sudah menikah (red: tidak jomblo). Sementara kita masih di sini, masih seperti ini, bahkan masih banyak yang belum tau kita mau ngapain. Aku adalah salah satu orang yang percaya bahwa kita semua punya zona waktunya sendiri, dan setiap orang berbeda-beda. Si admin (yang nulis nih cerita) mungkin umurnya kisaran 24 tahunan tahun ini, ya hampir sama kayak Atta Halilintar.

Hallo! Siapa yang enggak kenal sama Atta Halilintar? Seorang pemuda yang cukup menginspirasi di usianya yang hampir seumuran sama admin dia udah bisa beli rumah, beli mobil mewah bahkan udah menjadi seorang youtuber dengan subscriber tertinggi di Asia Tenggara. Sementara itu, admin masih sibuk mengetik artikel ini untuk di posting di blognya. Aku percaya kalau setiap orang mempunyai kesempatan yang sama di setiap detik dan setiap harinya. Waktu kita tidak dibedakan, semuanya sama sejumlah 24 jam pas, tidak lebih dan tidak kurang ya. Pertanyaan sederhana yang membedakan setiap orang adalah waktu sebanyak 24 jam itu sudah kita gunakan untuk apa aja?

Memanfaatkan waktu perlu pengorbanan

Ada suatu cerita menarik yang saya dapat dari teman saya, Sebut saja namanya sebagai kepiting rebus. Nah, di suatu pagi yang cerah di sebuah pinggiran kota ada seorang pemuda agak ganteng dikit, berpostur agak gemuk, dan sudah bangun dari jam empat tadi. Sekarang dia sudah bersiap untuk menyambut pagi dengan sederet daftar rutinitas yang sudah terjadwal dan dia persiapkan untuk dilakukan. Kali itu dia sedang sibuk menjadi panitia sebuah kegiatan kampus yang tentunya harus berangkat pagi-pagi buta untuk mempersiapkan segalanya.  Dia juga harus mempersiapkan diri sebaik mungkin meski perut karetnya belum terisi sebungkus nasi uduk buatan mak Parmi langganannya sebagaimana ritualnya setiap pagi. Dengan naik skuter matic kuning kecil dalam hati pemuda itu berkata, “Ya enggak papa yang penting amanah ini daat dijalankan dengan baik,” sambil sedikit mengumpulkan semangatnya.

Pagi itu, dia mengikuti jadwal yang sudah dia buat. Sebelum pergi ke tempat pelaksanaan kegiatan dia harus melakukan sesuatu. Dia harus mengambil barang di sebuah tempat yang masih satu arah dengan tempat kegiatannya. Ciiit,  bunyi kampas kopling depan yang udah mulai menipis. Hal itu menandakan kalau dia sudah sampai di tempat singgahnya sementara. Seett,, dua karton minuman kemasan merek KUA siap dia ambil untuk dibawa. Perjalanan pun dilanjutkan.

Peduli dengan orang lain membuat kita belajar

Di tengah jalan, tak sengaja dia melihat sekumpulan ibu-ibu sedang bercengkrama. Mereka asyik ngobrol riuh di depan sebuah gerobak yang dipenuhi sayuran. Anehnya saat itu dia tidak melihat ada abang-abang si tukang sayur disana. Sepertinya si abang tukang sayur sedang pergi sehingga pelanggannya banyak yang mengantri. Ibu-ibu tersebut masih saja disibukkan dengan memilah sayur yang ada di gerobak. Si pemuda berhenti sebentar untuk sesekali mencari keberadaan tukang sayur. Hal itu karena saking hebohnya antrian sayur seperti antrian diskon 90% di mall menjelang hari raya.

Perlu prioritas

Akhirnya, jeng-jeng.. muncul laki-laki paruh baya memakai kopiah putih dan kemeja koko lengan panjang. Laki-laki itu datang dan sedikit tergopoh-gopoh menghampiri. Entah kenapa tak sengaja pemuda itu terus memperhatikan kerumunan itu di atas skuter maticnya. Lalu obrolan itu terdengar. “Bang kok baru dateng to, tadi subuh kayaknya sudah ada disini kan?” Kata salah satu ibu sambil mengambil seikat sayur bayam. Seketika si pemuda melihat jam tangan, oh udah jam lima lebih lima belas ternyata. Tukang sayur yang di tanya si ibu tersebut kemudian menjawab, “Iya bu, ngadep marang sing nggawe urip dhisik”, (Iya, menghadap ke membuat hidup dulu), maksudnya adalah melaksanakan ibadah shalat subuh.

Gunakan waktumu, do your best

Seketika pemuda itu tertegun, bahkan abang tukang sayurpun tahu prioritas waktunya yang 24 jam itu untuk ibadah tepat waktu. “Lalu bagaimana denganku?” batinnya. Kerap kali mungkin saja bukan kita yang tidak mampu, tapi kita yang tidak memprioritaskan itu. Lalu hubungannya dengan Atta Halilintar apa?

Jika anda sudah berhasil memanfaatkan waktu, anda akan memahami fakta bahwa kebanyakan orang salah menilai hal-hal yang bisa mereka selesaikan dalam waktu 1 tahun dan menyepelekan apa yang bisa mereka peroleh dalam waktu 10 tahun. (Anthony Robbins)

Kalau kita perhatikan, kesuksesan Atta pasti juga melewati berbagai macam rintangan dimana dia pasti harus memprioritaskan suatu hal dan mengorbankan hal yang lain. So, enggak boleh minder ya sama kesuksesan orang lain. Tugas kita sekarang adalah memanfaatkan zona waktu yang masih kita lalui ini dengan lebih baik lagi supaya berhasil baik di kemudian hari. Kita lihat aja di usia 23 tahun bahkan seorang Barrack Obama masih menjadi pengurus organisasi, Jeff Bezoz yang sekarang menjadi orang terkaya di dunia masih bekerja di Mc D, dan Walt Disney baru saja bangkrut. Optimis aja, you can find the way.

7
Leave a Reply

avatar
4 Comment threads
3 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
4 Comment authors
adindaneniiafmaroNovianSubur Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Subur
Tamu VVIP

Hidup memang tdk sama antar satu orang dg orang lsinnya.. Smua trgantung bagaimana kita menyikapinya. Yg trpenting adalah Iman,amal sholeh, saling menasehati dlm hal kbenaran dan kesabaran. Itulah irang2 yg beruntung dunia akherat. Jangan silau dg kekayaan duniawi boss…

afmaro
Tamu VVIP

Demi waktu, memang manusia berada dalam kerugian. silahkan dibaca surat al-ikhlas dan terjemahannya.. terkadang aku sendiri termenung dan terbengong sendiri.. semoga apa yang kita lakukan selama ini bermanfaat..amiin.

adindanenii
Tamu VVIP

Jadinya kita perlu iri sama pencapaian orang lain nggak, min admin? wkwkwk.
Ini baru banget kualamin kemaren, kenalan sama orang, umurnya tiga tahun di bawahku, udah mau jadi kepala cabang. Aku auto ngaca, salahku di mana bisa kalah sama dia. Hmmm, curhat.

trackback

[…] terbaru Bimtek dan diklat dari Pusdiklat Pemendagri di seluruh media resminya. Baca juga artikel manfaatkan zona waktu kita, salah satunya melalui kegiatan-kegiatan pelatihan seperti Bimtek atau diklat. Semoga […]