Persiapan Sebelum Memulai Bisnis

Sedang persiapan menjalankan bisnis? Udah tau mau berbisnis apa? Yakin prospeknya bagus? Sebagai pebisnis pemula, apa saja yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kali ditanyakan. Hampir 99% orang menanyakan hal tersebut dalam seminar. Apakah kalian juga? Tidak apa-apa kok, itu merupakan suatu hal yang wajar. Lalu apa yang harus kita persiapkan sebelum berbisnis? Ada beberapa hal penting yang harus kita persiapkan dalam berbisnis. Pertama yang pasti adalah persiapkan mental, jangan terlalu banyak perhitungan, langsung action dan lakukan sekarang, terus belajar sambil jalan, dan menerima semua konsekuensinya baik itu untung maupun rugi.

Persiapkan mental

Persiapan mental menjadi hal yang sangat penting bagi yang ingin menjadi seorang pengusaha. Pertanyaan menariknya adalah kenapa hal ini lebih penting dari pada persiapan lainnya? Sebut saja kenapa kok lebih penting dari pada persiapan uang, persiapan tempat, dan macam-macamnya. Persiapan mental ini dimaksudkan bahwa ketika kita akan memulai suatu bisnis kita harus siap terhadap segala sesuatunya. Kita harus siap untuk rugi, siap untuk gagal, siap tidak balik modal, dan sebagainya. Contoh nyata persiapan mental ini adalah ketika kita punya uang satu juta. Maka bersiaplah kalau uang sejumlah satu juta itu belum tentu kembali.

Karena bisnis itu unik, seringkali kita tidak bisa memprediksi apakah akan untung atau malah rugi. Kalau masalah uang, lokasi bisnis, dan semacamnya itu adalah hal-hal teknis. Maksudnya kita bisa mempersiapkannya hanya dalam waktu satu atau dua hari. Tetapi ketika mental kita down, kita mungkin mengalami kerugian. Kita akan sulit untuk bangkit lagi untuk mencoba bisnis yang baru. Jadi mental haruslah sangat kuat untuk seorang pebisnis pemula.

Jangan terlalu banyak perhitungan

Semakin banyak di hitung semakin kelihatan ruginya, kebanyakan hal inilah yang membuat orang jadi enggan untuk memulai. Saat kita mulai bisnis, misal kita mau membuka satu outlet. Kita bisa memulai dengan menjadi reseller, tetapi kita hitung kalau misal nanti kita yang nombok di ongkir kita akan rugi. Nanti kalau misalkan kita beriklan, kemungkinan budgetnya tidak sedikit dan enggak tau apakah balik modal. Semakin di hitung malah akan membuat kita pusing dan semakin takut kalau kita akan rugi maka tidak akan jadi bisnisnya. Tidak akan pernah jalan juga bisnisnya. Maksudnya adalah lakukan saja dulu. Masalah untung dan rugi itu soal nanti, yang penting mulai saja dulu.

Mau nunggu apa lagi?

Bisnis yang baik adalah bisnis yang dijalankan, bukan hanya dipikirkan (Purdi E Chandra)

Oke anggap saja kita akan mulai. Tetapi bagaimana cara kita memulainya? Sedangkan posisi saat ini kita tidak punya uang, kita tidak punya modal, kita tidak punya barang, juga tidak punya tempat. Pasti selalu ada saja alasan. Tetai ternyata seribu alasan tersebut tidak ada gunanya. Yang terpenting adalah kita berani untuk mencari solusi dari beragam alasan-alasan kita tersebut. Contohnya ketika kita terkendala dengan modal.

Memangnya semua bisnis di era sekarang ini harus dengan modal? Kita ambil contoh kalau kita punya ketertarikan di bidang fashion. Coba deh jadi reseller suatu brand fashion tertentu. Kalau kita punya ketertarikan di bidang make-up, coba make up teman kalian di acara-acara tertentu. Kalau jago masak, coba buat makanan lalu tawarkan ke teman kalian. Tidak perlu modal yang besar kok. Saat ini juga banyak penawaran-penawaran yang tidak perlu menggunakan uang, tidak perlu juga membuka outlet dulu. Kita bisa memulainya melalui online seperti e-toko atau bisa juga mulai dari mulut ke mulut, dan sebagainya. Jadi kalau masih banyak alasan untuk memulai coba pikirkan baik-baik. Di luar sana sudah banyak orang yang sudah memulai lebih cepat dan lebih dulu dari kita. Karena dalam bisnis, lebih cepat kita mulai maka produk kita juga akan lebih dulu dikenal.

Banyak yang belajarnya sambil jalan

Tidak sedikit pengusaha yang belum belajar semuanya tentang bisnisnya saat memulai. Hampir semua pengusaha justru banyak belajar saat sudah menjalankan bisnisnya. Seringkali teori dengan praktik itu berbeda. Kalau saat ini kita berpikir masih belum bisa menggunakan pembukuan yang bagus. Juga mungkin masih bingung mencari untung dan rugi. Masih bingung juga bagaimana menaikkan harga. Seringkali hal-hal tersebut menghantui seorang pebisnis pemula. Namun banyak pengusaha yang memang harus berani, yang penting jalan dulu dan segera melakukan action.

Banyak pengusaha yang belajar dari proses. Setelah usahanya berjalan kemudian bingung melakukan pembukuan yang bagus. Lalu akhirnya mereka belajar, dengan tanya ke orang lain, tanya ke mentor, atau baca buku. Kemudian ambil contoh kalau kita menaikkan laba sekian persen kok kelihatannya kurang ya labanya. Kok di rasa kurang sesuai dengan biaya operasional misalnya. Hal-hal semacam itu tentunya akan kita pahami kalau sudah action dan melihat pasar dengan kedua mata kepala kita sendiri. Intinya jangan banyak belajar tetapi sedikit action. Prinsipnya harus kita rubah. Banyak action belajarnya tetap mengikuti sambil berjalan.

Kalau tidak mau rugi ya tidak usah berbisnis

Orang-orang yang menjadi pengusaha sukses dimulai dari kegagalan yang tidak sedikit. Tentu banyak ari mata, keringat, dan bahkan darah yang ditumpahkan saat memperjuangkan bisnisnya. Kalau kata guru saya, manusia hidup mempunyai dua hal berkaitan dengan ini. Pertama adalah jatah gagal dan yang kedua adalah jatah berhasil. Jangan malu untuk menghabiskan jatah gagalmu sedini mungkin agar yang tersisa besok hanya jatah berhasil kita. Analogi ini cukup menarik mengingat orang yang sering gagal tentu akan memiliki pengalaman yang lebih. Pengalaman untuk tidak gagal lagi di tempat yang sama. Ya kita tahu kalau keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama. Sehingga yang tersisa akhirnya adalah kita akan tahu celah dan polanya. Hal ini membuat kemungkinan kita untuk selalu berhasil menjadi lebih besar.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of